Kebanyakan Soundman berpegang pada prinsip jika suara sound system terdengar jernih dan kuat itu berarti cukup, apakah pendapat musisi juga demikian. Ternyata tidak. Musisi memiliki karakter yang unik, suara bersih saja tidak cukup. Suara guitar yang mulus malah tidak disukai oleh gitaris beraliran musik Rock. Efek Distortion digunakan untuk mendapatkan suara gitar yang cacat (distrorsi), tetapi setelah suara gitar dibuat cacat masih belum cukup. Suara gitar yang dibuat cacat tidak boleh menyakiti telinga penonton, jadi suara gitar harus cacat tetapi masih memiliki kelembutan ditelinga penonton, untuk itu diperlukan sebuah Tube Pre Amplifier. Karena sifat tabung elektron (tube) yang memiliki kecepatan lantingan yang tinggi tetapi memiliki kelemahan akan mengakibatkan sinyal berbentuk pulsa menjadi tumpul dititik puncaknya. Kelemahan itu justru memberi keuntungan, suara yang cacat ( terdistorsi ) menjadi lebih lembut terasa ditelinga. Itu baru salah satu dari contoh keunikan seorang musisi, suara mulus dibikin rusak, tetapi rusaknya harus enak, aneh kan?!. Masih banyak lagi keunikan-keunikan karakter yang dimiliki oleh para musisi.
Karenanya Soundman yang baik harus
mampu memenuhi keinginan Musisi yang didukungnya, suara di loudspeaker FOH (
Front of House ) maupun suara di loudspeaker Monitor dan Side Fill harus sesuai
dengan keinginan para Musisi, sesuai dengan karakter musik yang mereka
inginkan. Ketidak selarasan sedikit saja pada pengaturan suara diloudspeaker
akan merusak kenyamanan Musisi dalam bermain, yang akan mengakibatkan
pertunjukan menjadi tidak maksimal hasilnya. Karena karakter musik mereka tidak
tampil sempurna. Padahal yang membedakan suatu group musik dengan group musik
lainnya adalah pada karakternya yang unik.
Mereka yang memiliki jiwa musisi
dipastikan akan lebih mampu menangani sound system untuk sebuah pertunjukan
musik, karena seorang yang memiliki jiwa musisi memiliki kepekaan yang lebih
tinggi terhadap musik dari pada seorang tehnisi biasa. Terutama untuk pekerjaan
balancing di Audio Mixer. Sedangkan tugas tehnisi lebih menjurus kepada
pekerjaan instalasi sound system dan tehnik penempatan loudspeaker. Seorang Soundman
adalah merupakan bagian yang menyatu dengan pemain musik, fungsinya setara
dengan musisi, sepantasnya honornya juga setara dengan pemain musik. Untuk saat
ini tampaknya masih ada ketidak selarasan masalah honor untuk Soundman. Karena
Soundman merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan musisi maka sebaiknya
orangnya harus tetap seperti musisi yang harus selalu dijaga keutuhan teamnya.
Cobalah kenali diri anda sendiri,
posisi mana yang paling sesuai untuk anda. Sebagai Tehnisi (Installer) ataukah
Soundman? Tetapi Tehnisi maupun Soundman pasti akan membutuhkan pengetahuan
tehnik sound system yang akan saya bahas didalam tulisan ini. Terimakasih.
1.Microphone.
Microphone adalah sebuah alat untuk
pengambilan suara, bekerja dengan cara mengubah getaran suara menjadi sinyal
listrik. Sinyal listrik yang dihasilkan kemudian dihubungkan melalui kabel
audio ke penguat depan (pre amplifier) yang terdapat di Audio Mixer untuk
diperkuat sebelum diolah lebih lanjut di Audio Mixer
Ada juga microphone tanpa kabel atau
Wireless Microphone (secara teory, karena pada kenyataan untuk menghubungkan
penerima ke audio mixer tetap harus pakai kabel). Untuk masalah Wireless
Microphone ini akan dibahas setelah kita tuntas membahas Microphone dengan
kabel.
A. Berdasarkan tehnik pembuatannya microphone terbagi atas:
1. Dynamic
Microphone, terbuat dari bahan magnet dengan lilitan
kawat yang terhubung dengan membran (selaput tipis sejenis plastik), lihat
gambar 1. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk
pengoperasiannya. Getaran yang diterima akan menggerakkan lilitan kawat mundur
maju yang akan menghasilkan sinyal listrik sebagai akibat perubahan tingkat
kekuatan medan
magnet terhadap gerakan lilitan. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya
untuk pengoperasiannya. Kebanyakan Dynamic Microphone mudah rusak bila
terguncang kuat karena jatuh atau terbanting, kerusakan bersifat permanent,
tetapi ada juga pabrik mic tertentu yang menyediakan part untuk mengganti
cartridge yang rusak. Tetapi ada juga merk2 tertentu yang tahan banting. Bila
kita mampu merawat dengan baik jenis Dynamic Microphone bisa sangat panjang
usia pakainya ( lebih dari 30 tahun bahkan ada yang tahan lebih dari
100_tahun).
2. Electret Condenser Microphone (ECM),
terbuat dari sebuah bidang logam sangat tipis yang berhadapan dengan logam yang
cukup tebal membentuk sebuah kondensator yang dihubungkan kesebuah transistor
FET (lihat gambar 2). Perubahan nilai kapasitas pada membran akan mempengaruhi
laju arus pada transistor FET yang mengikuti getaran pada membran. Perubahan
laju arus pada FET itulah yang merupakan sinyal listrik keluaran dari Mic.
Karena ECM menggunakan komponen aktif transistor FET, maka untuk
pengoperasiannya membutuhkan catu daya yang biasa disebut dengan Phantom Power.
Jenis ECM memiliki kepekaan lebih tinggi dari pada Dynamic Microphone, lebih
tahan banting, tetapi usia pakainya akan dibatasi oleh usia komponen
electronicnya dan diapragmanya tidak boleh kena udara lembab atau air. Bila
persediaan spare part masih tersedia kerusakan pada microphone jenis ini bias
diperbaiki.
3. Carbon
Microphone, karena suaranya yang tidak sempurna,
sudah langka dan
sangat jarang digunakan
kecuali pada pesawat telepon kuno maka rasanya tidak perlu kita bahas.
B. Berdasarkan arah tangkapan suara microphone terbagi atas:
1. Omnidirectional Microphone, menangkap suara dari semua arah
(depan, belakang, samping, atas dan bawah, lihat gambar 3).
Microphone jenis ini sangat tidak baik bila digunakan diluar studio seperti dalam pertunjukan
musik hidup. (kecuali memang sengaja untuk merekam suara alam), dan sangat
besar kemungkinan mengalami gaung (feedback) bila
digunakan bersama peralatan pengeras suara ditempat yang sama. Lebih
banyak digunakan untuk wawancara diruangan tertutup yang kedap tanpa kehadiran
loudspeaker monitor diruangan. Tetapi bila digunakan untuk
miking dengan jarak yang sangat dekat dengan sumber suara sangat baik karena
tidak memiliki PROXIMITY EFFECT seperti jenis Cardioid yang akan dijelaskan
berikut dibawah ini. Mic jenis ini sangat baik untuk digunakan didalam studio
rekaman. Adapun yang dimaksud dengan proximity effect adalah perubahan pada
suara yang dihasilkan, semakin dekat jarak sumber suara ke microphone semakin
kuat nada bassnya. Bila nada bass ini terlalu kuat pada saat ada ucapan yang
mengandung huruf B,P,D akan menimbulkan suara letupan pada loudspeaker.
2. Cardioid (Unidirectional) Microphone, menangkap suara hanya dari satu arah saja biasanya dari depan dengan sudut cakupan sekitar 130 derajat.
Lihat gambar 4.
3. Supercardioid,
sudut tangkapan dari arah depan sekitar 115 derajat, tetapi jenis
ini memiliki kepekaan terhadap suara yang datang dari arah belakang
dengan sudut tangkapan sekitar 125 derajat. Perlu hati2 menggunakan Mic
jenis ini bila kita menggunakan Loudspeaker Floor Monitor, karena bisa mengakibatkan gaung (feedback).
Lihat gambar 5.
4. Hypercardioid,
sudut tangkapan dari arah depan sekitar 105 derajat, tetapi jenis ini
memiliki kepekaan terhadap suara yang datang dari arah belakang dengan
sudut tangkapan sekitar 110 derajat. Juga perlu hati2 seperti dijelaskan
dalam Supercardioid. Tetapi untuk reporter yang mewawancara seseorang
diluar studio, kedua jenis mic Super dan Hypercardioid sangat membantu.
Sudut yang sempit dan kepekaan dari arah belakang akan mencegah
kebisingan disekitar ikut masuk tertangkap, suara reporter dan orang
yang diwawancara bisa di tangkap hampir sama baiknya.
Lihat gambar 6.
Sumber: http://www.shure.com/asia/how-to/index.htm?PageNumber=1&FileType=&ProductType=&SortBy=dInDate%20asc&SortByName=shOldes
5. Bidirectional Microphone,
dengan sudut tangkapan 90 derajat dari arah depan dan 90 derajat dari
arah belakang. Jenis Mic ini paling baik untuk reporter yang mewawancara
seseorang diluar studio.
Lihat gambar 7.
Sumber: http://www.shure.com/asia/how-to/index.htm?PageNumber=1&FileType=&ProductType=&SortBy=dInDate%20asc&SortByName=shOldest
Pemilihan Type Microphone
Setelah kita
mengenal beberapa jenis microphone dengan karakternya, kini kita berlanjut
kepada pemilihan type microphone sesuai kebutuhan kita. Selain microphone
memiliki arah sudut tangkapan yang berbeda, juga memiliki tanggapan frekuensi
yang berbeda-beda, serta tingkat kedataran yang berbeda dalam tanggapan
frekuensinya. Perbedaan karakter yang terakhir ini sangat berhubungan dengan
harga. Semakin sempurna kedataran dan keluasan tanggapan frekuensi semakin
mahal harganya.
Untuk memilih
type microphone harus kita tentukan dulu untuk apa microphone itu kita gunakan.
Mic untuk vocal berbeda dengan mic untuk perkakas musik (music instrument).
Antara perkakas yang satu dan yang lain memiliki karakter dan batas frekuensi
yang berbeda pula. Begitu pula untuk vocal, vocalist wanita dan pria
karakternya berbeda, bahkan sama2 wanitapun bisa berbeda karakter suaranya,
sehingga pilihan micnya pun bisa berbeda.
Untuk menentukan
type mic yang sesuai penggunaannya pertama kita harus mengetahui batas
frekuensi suara alat yang akan kita gunakan, dibawah ini saya lampirkan gambar
batas frekuensi suara dari jenis alat atau vocal yang umum dan sudah dikenal
manusia.
Klik gambar untuk memperbesar
Klik gambar untuk memperbesar
Dengan referensi gambar diatas kita
akan bisa menentukan type microphone yang harus kita gunakan. Memang agak sulit
juga bila harus menentukan pilihan dengan cara ini, tetapi cara inilah yang
paling terjamin untuk tidak salah dalam memilih.
Tetapi ada juga cara lain untuk
memilih yang lebih mudah, kita percaya saja kepada petunjuk pabrik. Biasanya
pabrik2 microphone terkenal sudah menyiapkan tabel microphone yang
diproduksinya dengan petunjuk peruntukannya, peralatan apa yang bisa ditangani
oleh type2 mic yang diproduksinya.
Dibawah ini saya berikan contoh
table peruntukan microphone produk Shure, karena hanya ini data yang saya
miliki dan sudah saya kenal karakternya.
Klik gambar untuk memperbesar
Dengan referensi tabel
diatas, akan memudahkan kita didalam menentukan pilihan microphone yang akan
kita gunakan. Untuk satu jenis alat musik terdapat banyak sekali pilihan,
selama anda memilih type2 yang sesuai dengan peruntukannya, dipastikan hasilnya
baik. Namun sebaik apa hasil yang didapat tergantung seberapa tebal kantong
anda. Pilihlah microphone yang sesuai dengan peruntukannya yang sesuai pula
dengan kemampuan kantong kita. Lebih baik kita mulai dari sekarang dengan
sebatas kemampuan yang ada, daripada menunggu sampai terbeli type yang terbaik
tetapi belum pasti akan terbeli. Dengan memulai selaras kemampuan, kita bisa
kembangkan kelompok musik kita sehingga akhirnya mampu membeli yang terbaik.

{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar